Rabu, 31 Agustus 2016

KAMU

Untuk:
Kamu, dengan semua kesederhanaanmu.
Kamu, yang sudah lupa dengan masa lalu.
Image result for kamu
Tidak banyak kalimat yang ingin kusampaikan dalam tulisan ini.
Sebagai pengingat  hari ini kali ketiga tanggal 28 september yang hampa setelah kepergianmu.
Mari kita ulas sedikit tentang kenangan yang pernah kita rangkai berdua. Aku dan kamu. Iya kamu, "semangatku"

Persisnya 28 September tiga tahun lalu aku menemukan seseorang yang kukira dia adalah pemilik tulang rusukku. Aku bahagia ketika dia menjadi bagian dari hidupku. Kesempurnaan hubungan kita  terlihat ketika kita pertemuan dan perpisahan di sekolah .
Tapi, sejak saat itu, sejak pertemuan terakhir kita di Sekolah, 2013 silam. Kamu tidak pernah kembali lagi. Kamu tidak pernah mengirimi kabar maupun pesan singkat. Aku menderita memikirkanmu. Maaf, ini bukan bualan. Berminggu-minggu aku menunggu, hingga aku sempat bosan dan jenuh.
Syukurlah, Tuhan berbaik hati mempertemukanmu lagi denganku . Meski hanya melalui puluhan bahkan hampir ratusan pesan singkat dan hanya sebentar kemudian kamu hilang lagi. aku tidak bisa memungkiri perasaanku sendiri. Aku bahagia. sangat-sangat bahagia. Sayangnya, kebahagiaan itu tidak selamanya harus kurasakan. Kenapa kamu pergi lagi akhir-akhir ini? Kamu menghilang seolah tidak ingin mengenalku seperti tahun sebelumnya. Apakah benar-benar sudah tidak ada yang bisa kita pertahankan lagi dari hubungan yang kemarin?
Sungguh, aku tidak pernah menyangka sebelumnya jika aku mampu bertahan selama ini. Dua tahun lebih, waktu yang mungkin istimewa bagiku untuk menunggu dan berharap.
Tanpamu bukanlah hal yang mudah untuk dilalui. Mengingat kebersamaan yang pernah aku jalani bersamamu, walaupun singkat tapi aku menikmatinya. Menikmati semua kenangan yang pernah tertoreh. Suka, duka, bahkan luka sekalipun.
Entahlah, aku selalu ingin membungkus rapi setiap kenangan bersamamu, sekecil apapun itu.
Dan tidak pernah menyesal selama ini pernah dengan bodohnya menunggumu. Walaupun kamu mungkin tidak tahu…
Oh ya, semalam aku bermimpi (lagi) mendengar suaramu – setelah sekian lamanya tidak pernah memimpikanmu. Mungkinkah mimpi itu adalah pertanda jika rinduku sudah terlalu serius padamu?


Terimakasih pernah mau denganku yang memiliki banyak kekurangan dibanding kelebihannya
  Terima kasih karena sudah menunjukkan apa saja dariku yang perlu diperbaiki
Terima kasih karena telah mengajariku bahwa harus tetap berusaha.
Terima kasih mantan kekasihku.. Aku pernah bahagia bersamamu. Tak ada yang pantas disesali dari kebersamaan kita yang dulu
Sebagai salah satu orang terbaik yang pernah mampir di hidupku aku tak pernah berhenti untuk mendoakanmu

Dari:
Aku yang (belum) lelah berharap meski diabaikan.
Aku yang (belum) lelah menanti meskipun tidak pasti.
Aku yang sangat rindu dan ingin sekali bertemu denganmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar