Senin, 05 September 2016

Terimakasih ned

  Terima kasih sudah mencintaiku.
• Terima kasih sudah mengungkapkan bahwa kamu mencintaiku.
• Terima kasih sudah mengirim pesan selamat tidur kepadaku setiap malam.
• Terima kasih sudah membuatku tersenyum dengan ucapan selamat pagi setiap aku terbangun keesokan harinya.
• Terima kasih sudah bersedia aku cintai.
• Terima kasih telah membawaku ke tempat-tempat yang belum pernah aku datangi sebelumnya.
• Terima kasih untuk perjalanan dan pengalaman yang tidak terlupakan.
• Terima kasih untuk kenangan yang manis.
• Terima kasih untuk waktu yang sudah kamu berikan.
• Terima kasih sudah memperhatikan kesehatanku.
• Terima kasih sudah menunggu.
• Terima kasih sudah menyediakan waktu untukku meski aku sudah tidak lagi boleh menyediakan waktu untukmu.
• Terima kasih untuk kesabaranmu menghadapiku.
• Terima kasih untuk setiap percakapan tengah malam yang selalu membuatku tidur larut.
• Terima kasih untuk pemberian yang sekarang ( dan nanti akan tetap ) aku kenakan.
• Terima kasih untuk lagu-lagu kesukaanmu yang kamu bilang mengingatkanmu kepadaku.
• Terima kasih untuk hari-hari yang menyenangkan.
• Terima kasih untuk khayalan-khayalan masa depan yang sering kita tertawakan.
• Terima kasih sudah mendengarkanku berbicara.
• Terima kasih sudah membuatku merasa dibutuhkan.
• Terima kasih sudah mencoba untuk bertahan.
• Terima kasih sudah memberiku kesempatan.
• Terima kasih untuk setiap kemesraan.
• Terima kasih untuk tetap ada.
• Terima kasih atas semua hal yang membuatku berterima kasih.
• Terima kasih untuk setiap mimpi-mimpi.
• Terima kasih sudah memulai.
• Terima kasih sudah mengakhiri.
“Yang menjadi kesalahanku sebelum dan saat aku dan kamu menjadi kita dan setelah tidak lagi menjadi kita”.

° Maaf aku terlambat menemukanmu.
° Maaf aku membutuhkan waktu terlalu lama untuk mengatakan bahwa aku mencintaimu.
° Maaf aku pernah angkuh berkata dalam hati bahwa aku tidak membutuhkanmu, padahal kenyataannya adalah sebaliknya.
° Maaf aku pernah menyakitimu.
° Maaf aku tidak bisa memberikan yang terbaik kepadamu.
° Maaf untuk kesalahanku yang sangat banyak.
° Maaf untuk ketidaksempurnaanku dalam mencintaimu.
° Maaf untuk semua rencana kita yang telah gagal.
° Maaf untuk cintaku yang menyakitkanmu.
° Maaf aku tidak bisa melupakanmu.
° Maaf aku masih mencarimu.
° Maaf aku masih mengharapkanmu.
° Maaf aku menganggap kamu masih bagian dari kita.
° Maaf untuk segala kenangan dan ingatan tentang kita.
° Maaf untuk kebersamaan yang begitu singkat.
° Maaf untuk setiap luka yang masih melekat.
° Maaf untuk segala harapanku yang masih ingin bertemu denganmu saat aku dan kamu sudah tidak lagi sebagai kita.
° Maaf untuk setiap cemburuku pada orang-orang yang bisa berada dekat denganmu.
° Maaf untuk setiap permintaan maafku kepadamu.
° Maaf aku tidak bisa menghilangkan perasaanku kepadamu begitu saja.
° Maaf aku masih saja berusaha untuk mencari kesempatan bertemu denganmu meski kamu tak ingin lagi.
° Maaf aku mencintaimu sebesar ini.
° Maaf untuk perasaanku kepadamu yang sudah sedalam ini.
° Maaf telah hadir dalam hidupmu dan mengacaukan segalanya.
° Maaf aku gagal membuatmu bahagia.
° Maaf untuk ketidakrelaan dan ketidakikhlasanku melepaskanmu.
° Maaf untuk setiap hari yang masih kuhabiskan dengan memikirkanmu meski kamu tidak lagi memikirkanku.
° Maaf untuk setiap rindu ini yang masih saja untukmu bahkan setelah kamu jauh pergi.
° Maaf, aku masih ingin kamu kembali.
Justforyou Dear :*

Rabu, 31 Agustus 2016

KAMU

Untuk:
Kamu, dengan semua kesederhanaanmu.
Kamu, yang sudah lupa dengan masa lalu.
Image result for kamu
Tidak banyak kalimat yang ingin kusampaikan dalam tulisan ini.
Sebagai pengingat  hari ini kali ketiga tanggal 28 september yang hampa setelah kepergianmu.
Mari kita ulas sedikit tentang kenangan yang pernah kita rangkai berdua. Aku dan kamu. Iya kamu, "semangatku"

Persisnya 28 September tiga tahun lalu aku menemukan seseorang yang kukira dia adalah pemilik tulang rusukku. Aku bahagia ketika dia menjadi bagian dari hidupku. Kesempurnaan hubungan kita  terlihat ketika kita pertemuan dan perpisahan di sekolah .
Tapi, sejak saat itu, sejak pertemuan terakhir kita di Sekolah, 2013 silam. Kamu tidak pernah kembali lagi. Kamu tidak pernah mengirimi kabar maupun pesan singkat. Aku menderita memikirkanmu. Maaf, ini bukan bualan. Berminggu-minggu aku menunggu, hingga aku sempat bosan dan jenuh.
Syukurlah, Tuhan berbaik hati mempertemukanmu lagi denganku . Meski hanya melalui puluhan bahkan hampir ratusan pesan singkat dan hanya sebentar kemudian kamu hilang lagi. aku tidak bisa memungkiri perasaanku sendiri. Aku bahagia. sangat-sangat bahagia. Sayangnya, kebahagiaan itu tidak selamanya harus kurasakan. Kenapa kamu pergi lagi akhir-akhir ini? Kamu menghilang seolah tidak ingin mengenalku seperti tahun sebelumnya. Apakah benar-benar sudah tidak ada yang bisa kita pertahankan lagi dari hubungan yang kemarin?
Sungguh, aku tidak pernah menyangka sebelumnya jika aku mampu bertahan selama ini. Dua tahun lebih, waktu yang mungkin istimewa bagiku untuk menunggu dan berharap.
Tanpamu bukanlah hal yang mudah untuk dilalui. Mengingat kebersamaan yang pernah aku jalani bersamamu, walaupun singkat tapi aku menikmatinya. Menikmati semua kenangan yang pernah tertoreh. Suka, duka, bahkan luka sekalipun.
Entahlah, aku selalu ingin membungkus rapi setiap kenangan bersamamu, sekecil apapun itu.
Dan tidak pernah menyesal selama ini pernah dengan bodohnya menunggumu. Walaupun kamu mungkin tidak tahu…
Oh ya, semalam aku bermimpi (lagi) mendengar suaramu – setelah sekian lamanya tidak pernah memimpikanmu. Mungkinkah mimpi itu adalah pertanda jika rinduku sudah terlalu serius padamu?


Terimakasih pernah mau denganku yang memiliki banyak kekurangan dibanding kelebihannya
  Terima kasih karena sudah menunjukkan apa saja dariku yang perlu diperbaiki
Terima kasih karena telah mengajariku bahwa harus tetap berusaha.
Terima kasih mantan kekasihku.. Aku pernah bahagia bersamamu. Tak ada yang pantas disesali dari kebersamaan kita yang dulu
Sebagai salah satu orang terbaik yang pernah mampir di hidupku aku tak pernah berhenti untuk mendoakanmu

Dari:
Aku yang (belum) lelah berharap meski diabaikan.
Aku yang (belum) lelah menanti meskipun tidak pasti.
Aku yang sangat rindu dan ingin sekali bertemu denganmu.