Untuk:
Kamu, dengan semua kesederhanaanmu.
Kamu, yang sudah lupa dengan masa lalu.
Tidak banyak kalimat yang ingin kusampaikan
dalam tulisan ini.
Sebagai pengingat hari ini kali ketiga tanggal 28 september yang hampa setelah kepergianmu.
Mari kita ulas sedikit tentang
kenangan yang pernah kita rangkai berdua. Aku dan kamu. Iya kamu, "semangatku"
Persisnya 28 September tiga tahun lalu aku
menemukan seseorang yang kukira dia adalah pemilik tulang rusukku. Aku bahagia
ketika dia menjadi bagian dari hidupku. Kesempurnaan hubungan kita
terlihat ketika kita pertemuan dan perpisahan di sekolah .
Tapi, sejak saat itu, sejak pertemuan
terakhir kita di Sekolah, 2013 silam. Kamu tidak pernah kembali lagi. Kamu
tidak pernah mengirimi kabar maupun pesan singkat. Aku menderita memikirkanmu.
Maaf, ini bukan bualan. Berminggu-minggu aku menunggu, hingga aku sempat bosan
dan jenuh.
Syukurlah, Tuhan berbaik hati
mempertemukanmu lagi denganku . Meski hanya melalui puluhan bahkan hampir
ratusan pesan singkat dan hanya sebentar kemudian kamu hilang lagi. aku tidak
bisa memungkiri perasaanku sendiri. Aku bahagia. sangat-sangat bahagia. Sayangnya,
kebahagiaan itu tidak selamanya harus kurasakan. Kenapa kamu pergi lagi akhir-akhir
ini? Kamu menghilang seolah tidak ingin mengenalku seperti tahun sebelumnya. Apakah
benar-benar sudah tidak ada yang bisa kita pertahankan lagi dari hubungan yang
kemarin?
Sungguh, aku tidak pernah menyangka
sebelumnya jika aku mampu bertahan selama ini. Dua tahun lebih, waktu yang
mungkin istimewa bagiku untuk menunggu dan berharap.
Tanpamu bukanlah hal yang mudah untuk
dilalui. Mengingat kebersamaan yang pernah aku jalani bersamamu, walaupun
singkat tapi aku menikmatinya. Menikmati semua kenangan yang pernah tertoreh. Suka,
duka, bahkan luka sekalipun.
Entahlah, aku selalu ingin membungkus
rapi setiap kenangan bersamamu, sekecil apapun itu.
Dan tidak pernah menyesal selama ini
pernah dengan bodohnya menunggumu. Walaupun kamu mungkin tidak tahu…
Oh ya, semalam aku bermimpi (lagi)
mendengar suaramu – setelah sekian lamanya tidak pernah memimpikanmu. Mungkinkah
mimpi itu adalah pertanda jika rinduku sudah terlalu serius padamu?
Terimakasih pernah mau denganku yang memiliki banyak kekurangan dibanding kelebihannya
Terima kasih karena sudah menunjukkan apa saja dariku yang perlu diperbaiki
Terima kasih karena telah mengajariku bahwa harus tetap berusaha.
Terima kasih mantan kekasihku.. Aku pernah bahagia bersamamu. Tak ada yang pantas disesali dari kebersamaan kita yang dulu
Sebagai salah satu orang terbaik yang pernah mampir di hidupku aku tak pernah berhenti untuk mendoakanmu
Dari:
Aku yang (belum) lelah berharap
meski diabaikan.
Aku yang (belum) lelah menanti
meskipun tidak pasti.
Aku yang sangat rindu dan ingin sekali
bertemu denganmu.